Langkah ke 8 Sapto Satrio Mulyo Presiden Joko Widodo : Tetap Menjaga Persatuan, Kesatuan, dan Persaudaraan - Teras Babakan Madang

Presiden Joko Widodo : Tetap Menjaga Persatuan, Kesatuan, dan Persaudaraan

Sentul (BabakanMadang) - Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh siswa-siswi dan para guru agar tetap menjaga persatuan, kesatuan, dan persaudaraan, meski berbeda dalam pilihan politik.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri ilahturahmi Presiden dengan peserta Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (Aksi) di kawasan Sentul, Bogor, Rabu (10/10/2018).

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki suku, agama, budaya, dan bahasa daerah dari Sabang sampai Marauke berbeda-beda.


 "Inilah negara kita Indonesia, kita harus sadar betul, jangan sampai kita diadu karena kepentingan luar, bisa kepentingan politik di dalam, berbahaya sekali," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, perbedaan pilihan politik merupakan ‎hal yang biasa dalam pesta demokrasi, seperti pemilihan kepala daerah ataupun pemilihan presiden yang berlangsung lima tahun sekali.

"Silahkan mau milih bupati A,B, silahkan, di Pilgub ABC silahkan, tapi jangan sampai antar teman enggak saling sapa karena pilihan gubernur atau pilpres, rugi. Masa setiap lima tahun kita mau berantem terus," ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan, bahwa negara ini membutuhkan persatuan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia‎ untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain.

"Coba Asian Games bersatu, kita dapat 31 medali, biasanya dapat empat-lima, kemarin rangking 4, karena bersatu. Enggak ada yang mikir badminton agama apa, suku apa, provinsi mana, hanya untuk Indonesia, untuk merah putih," papar Jokowi

Sumber :
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Jokowi: Masa Setiap Lima Tahun Kita Mau Berantem Terus, http://bogor.tribunnews.com/2018/10/10/jokowi-masa-setiap-lima-tahun-kita-mau-berantem-terus.

Foto  Istimewa

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal


Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat


Bababak Madang yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram


Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram )